masih jenak dalam senja yang merambang ketika lelaki itu mati sepuluh tahun kemudian. semua
sama, beberapa bahkan memburuk. sejumlah manusia malah terpuruk.

tapi, ada satu yang menjadi penanda bahwa lelaki itu sudah tak lagi berada di pusat kekuasaan:
kita bisa bersuara, bahkan berteriak. berbisik, sesuatu yang sepuluh tahu lalu merupakan simbol
ketercengkeraman, hari ini telah berubah makna menjadi sensualitas.

lalu, suara-suara bersemburan ke udara. tak akan ada yang punya nyali untuk menera kebecusan
pendapat anda. tak akan ada, sebab semua orang kuatir dituduh sebagai pembungkam. semua
orang keder dengan sebutan tiran, atau diktator, atau bertindak represif, atau sok kuasa. semua
orang bersembah pada kebebasan bersuara.

tentu saja ruang semakin bising, udara semakin pengap. khotbah dan orasi politik tak lagi bisa
dibedakan karena semua orang mendadak fasih berpolitik. di tiap tikungan, di tiap warung, di tiap
rumah makan selalu ada orang berceloteh tentang kekuasaan dan bau busuk yang menyertainya.
jika ditelisik, mereka tak kalah menggemparkan dengan penampilan sejumlah peneliti kenes di layar
kaca yang trampil membuat perkiraan serta telaah.

letupan gairah tak berhenti di situ. obama, lelaki berkulit hitam di amerika telah membuat politik
dan kekuasaan bagaikan makan bakmi pangsit di pinggir jalan: enak, mengenyangkan, dan
harganya terjangkau. semua orang mendadak merasa layak untuk jadi presiden. semua orang
memang berhak, tapi :merasa layak: adalah temuan terkini dari peradaban indonesia.

padahal, berbahasa pun kita masih tak genah. menyanyikan lagu kebangsaan :indonesia raya: pun
kita masih tak berdaya. beriklan pun kita masih tak paham. tapi, siapa peduli? bersuara, memilih,
dan minta dipilih adalah hak semua orang. itu harta paling suci bagai segenap insan di negeri ini.

lalu, beberapa pesohor naik pentas menabalkan diri. mereka minta diberi kesempatan. hek, ini
pemunculan dungu. tak ada satu yang akan beri kesempatan untuk berkuasa. orang memilih
karena sadar bahwa dirinya tak layak dipilih. ketika memilih, dia akan memilih yang terbaik, bukan
yang pantas dikasihani.

hari, pekan, dan bulan mendatang kita akan mendengar ada banyak suara. sebagian bersuara
karena ingin  berpendapat, sebagian berpendapat karena butuh bersuara. kita hidup di negeri asal
bunyi.

pojokmuna mengabarkan itu semua dalam kanal :negeri asal bunyi:. tak musti saya, anda pun bisa
menyumbangkan tulisan bagi kanal ini.

salam
muna panggabean